Gallery

One Direction

Technology

One Direction

Friday, 28 November 2014

BERDIRINYA KERAJAAN SRIWIJAYA SERTA HANCURNYA KERAJAAN SRIWIJAYA

SEJARAH Pertama 

Tahun 499 Masehi. Garis katulistiwa membekas di langit. Musim penghujan. Beberapa orang sakti yang merupakan utusan dari suku Rui yang berada di dekat gunung Dempo, suku Kun dari pesisir Timur Sumatra, dan suku Nang dari pesisir Barat Sumatra, berkumpul di bukit Siguntang, yang dikelilingi rawa-rawa namun kaya dengan sumber makanan seperti burung, ikan, kijang, babi, tumbuhan, serta aman dari berbagai bencana alam seperti gempa bumi, tsunami, gunung meletus, seperti yang sering terjadi di pesisir Barat Sumatra, pesisir Timur Sumatra, dan sekitar gunung Dempo.
Suku Rui dikenal suku yang sangat pandai berkelahi. Mereka gagah berani dan jujur. Sedangkan suku Kun dikenal sangat pandai mengatur sesuatu. Mereka sangat patuh dengan sistem, dan mereka mampu menjalankan suatu aturan nyaris sempurna. Sementara suku Nang terkenal cerdas, ahli strategi, dan ulet.
"Saya sepakat kita membentuk sebuah kerajaan. Tapi, kerajaan kita nanti harus memiliki hubungan dengan Tiongkok dan India. Sebab mereka merupakan kekuatan yang sulit kita taklukan,” kata Damputah Hyang, perwakilan dari suku Rui.
Damputah Hyang merupakan lelaki yang tingginya 2,5 meter. Berambut putih yang ikal. Bermata sipit dan berhidung mancung. Kulitnya kuning dan tipis. Dia memiliki kesaktian, seperti mampu terbang sejauh 200 meter, dan pekikkannya mampu membunuh seseorang.
"Saya juga sepakat. Tapi, kita harus bersumpah, agar di antara kita jangan saling mengkhianati,” kata Tuk Zal dari suku Nang. Tuk Zal orangnya cerdas. Mampu menghitung jumlah burung yang lewat dengan sekali lihat. Bahkan, dia mampu menghitung jumlah bintang di langit.
“Saya setuju. Tapi, selanjutnya kita harus menyusun suatu aturan,” kata Bhumi dari suku Kun. Sementara Bhumi orang yang sangat tertib. Dia mampu tidur selama sepekan dalam posisi tubuh yang sama. Bahkan, dia mampu mengatur tugas buat setiap warga suku Kun.
Tak lama kemudian mereka bersumpah di bukit Siguntang.
Mereka akan saling menghormati dan menjaga kerajaan dan raja yang terpilih selama kerajaan dan raja melindungi dan memberi makan terhadap rakyat. Tapi, bila kerajaan dan raja menindas dan menghina rakyat, mereka akan melawan.
Setelah sumpah itu, terpilihlah Damputah Hyang sebagai raja yang pertama Sriwijaya. Mereka memilih nama Sriwijaya lantaran nama itu berarti “Raja yang Menang”. Maksudnya, setiap raja yang memimpin Sriwijaya selalu meraih kemenangan atau kejayaan. Dengan begitu kerajaan pun menjadi besar.
Sebenarnya ada beberapa nama, selain Sriwijaya. Misalnya Sukmawijaya, Gentar, Bumijaya. Tapi nama-nama itu kalah suara saat dilakukan pemungutan suara.
Sebagai pusat pemerintahan dipilih kawasan yang tak jauh dari bukit Siguntang. Alasannya, selain sebagai daerah yang paling aman dari bencana alam, kaya dengan sumber makanan, juga merupakan titik tengah atau pertemuan yang ideal dari pemukiman suku Kun, Rui, dan Nang. Di sisi lain, akses ke perairan Timur yang telah dikuasai kerajaan Fukian, Kamboja, Tiongkok, juga lebih cepat. Pusat kerajaan ini mereka sebut Palembang.
Seusai pembentukan kerajaan Sriwijaya, Raja Damputah Hyang mengutus kurir ke Tiongkok untuk membangun hubungan ekonomi dan politik. Kerajaan Tiongkok sepakat. Tapi, mereka meminta Sriwijaya harus menganut ideologi Budha. Sebab, mereka melihat ada ancaman dari Barat yang menyebarkan ideologi Nasrani. Bila sepakat dengan Budha, mereka akan mendukung semua langkah yang diambil Sriwijaya. Sementara utusan yang berangkat ke India, juga mendapat persyaratan yang sama. Singkat cerita, sebagai bukti Sriwijaya sepakat dengan Budha, mereka mendirikan sebuah perguruan tinggi Budha, yakni Syakjakirti.           
Guna mengembangkan wilayah, dan mendapatkan pemasukan bagi kerajaan, dibentuklah armada laut. Tugasnya yakni merompak setiap kapal milik kerajaan lain. Langkah perompakan ini cukup efektif, sebab selain mendatangkan kekayaan bagi kerajaan, juga kerajaan lain akan melemah dengan hilang kekuatan ekonominya. Selanjutnya kerajaan itu dengan gampang ditaklukan.
Hanya hitungan tahun, kerajaan Sriwijaya menjadi besar dan kuat. Selain dilindungi Tiongkok dan India, mereka sangat beringas di lautan.
Tidak itu saja, sejumlah kerajaan di Nusantara juga takluk dengan Sriwijaya, termasuk kerajaan di Jawa yang berideologi Hindu.
Sejalan dengan berkembangnya Sriwijaya, Palembang menjadi daerah metropolis. Berbagai suku bangsa di Nusantara dan dunia berkumpul di Palembang.            
Konflik mulai muncul, ketika suksesi pemilihan raja Sriwijaya ke-666. Seorang calon dari tanah Jawa yakni Balaputra Dewa mengalahkan Tuk Kum dari suku Nang. Persoalannya, terpilihnya Balaputra Dewa seperti mengkhianati tradisi raja-raja Sriwijaya, yang sebelumnya berasal suku Nang, Rui atau Kun. Tuk Kum menuduh bahwa dirinya tidak terpilih lantaran dikhianati oleh utusan dari suku Rui dan Kun.
Sejak itu, suku Nang menarik diri dari kerajaan Sriwijaya. Mereka mengembangkan sendiri kekuatan di wilayah tengah hingga ke Timur Sumatra, dan sepanjang pesisir Barat Sumatra.           
Balaputra Dewa menerimanya. Dia membiarkan suku Nang mengembangkan sendiri kekuatannya. Sebagai tanda perjanjian, Balaputra menikahi seorang putri dari suku Nang.
Ternyata Balaputra Dewa dan keturunannya mengkhianati apa yang telah diikrarkan suku Rui, Nang, dan Kun di bukit Siguntang. Raja-raja Sriwijaya yang dipilih selanjutnya bukan berdasarkan konsensus atau rapat yang dilakukan perwakilan dari suku Rui dan Kun—minus suku Nang. Raja yang terpilih semuanya merupakan keturunan dari Balaputra Dewa.            
Suku Rui dan Kun secara diam-diam menarik dukungan terhadap Sriwijaya. Akibatnya, ketika kekuatan Islam menyusup pada masyarakat Palembang, kerajaan Sriwijaya sulit membendungnya. Orang-orang di Palembang lamban laun tidak patuh lagi dengan aturan raja.Puncaknya Siwijaya tak kuasa menahan gempuran dari India dan Jawa.
Merasa telah dikhianati oleh kerajaan dan raja, sekelompok pendengkar dari suku Rui dan Kun meninggalkan Palembang di bawah pimpinan Parameswarah.
“Kita akan kembali ke tanah ini dengan kekuatan yang besar. Mereka tidak akan selamat selama berada di tanah ini, sebab mereka telah mengkhianati sumpah!” kata Parameswarah.

FAKTA Kedua 

Tahun 1500. Tepatnya tidak sampai seratus tahun, keturunan Parameswarah kembali ke Palembang. Mereka menguasai Palembang setelah mendapat dukungan dari Tiongkok, ditandai kedatangan panglima Cheng Ho, serta sebagian bangsawan Jawa yang muslim. Mereka mencoba membangun kembali kerajaan Sriwijaya di Palembang. Tapi ideologinya bukan lagi Budha, melainkan Islam.
Sayang kekuatan itu kembali hancur, sebelum nama Sriwijaya dideklarasikan kembali. Awalnya lantaran perpecahan antar petinggi kerajaan, lalu kaum Barat memanfaatkan konflik itu sehingga hancurlah kerajaan tersebut.
FAKTA Ketiga 

Tahun 2004. Keturunan suku Nang, Kun, dan Rui, mencoba kembali membangun Sriwijaya. Sayang, bencana alam seperti gempa bumi, memecah kosentrasi mereka. Awalnya, mereka membuka kembali fakta-fakta yang selama seratus tahun lebih dikubur di dalam tanah, sebagai harta karun yang diburu pendengkar-pendengkar dari Jawa.
Selain itu Presiden Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono menolak usulan mereka. Menurut SBY, begitu biasa Susilo Bambang Yudhoyono disebut, pembentukan kembali kerajaan Sriwijaya jelas bertentangan dengan semangat NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia). Dapat dikatakan sebagai “negara dalam negara”.
“Kalau nama Indonesia diganti Sriwijaya, apa juga ditolak?” tanya Bachtiar Syahri Wijaya, seorang anggota Konsorsium Persiapan Kerajaan Sriwijaya, saat berjumpa dengan SBY di Istana Presiden Indonesia di Jakarta.
“Tentu saja. Indonesia ini merupakan kesepakatan seluruh rakyat di Nusantara. Kalau menggunakan Sriwijaya sama saja mengkhianati semangat pembentukan negara bangsa ini. Pokoknya saya tidak setuju dengan pembentukan kembali kerajaan Sriwijaya, mengubah nama Indonesia menjadi Sriwijaya. Kalau hanya untuk membangkitkan kembali sebagai aset wisata, saya setuju. Mengapa sih kalian punya gagasan yang aneh ini?”
“Maaf, Pak. Bukan kami antiIndonesia, tapi coba kita rasakan sebagai rakyat Indonesia. Umurnya baru 62 tahun, tapi hidup ini seperti susah terus. Mungkin, kalau kita kembali membangun kerajaan Sriwijaya atau mengubah nama Indonesia menjadi Sriwijaya, kita akan mengalami kejayaan selama berabad-abad seperti kerajaan Sriwijaya di masa lalu.”           
SBY berpikir sejenak. Dahinya berkerut. “Tidak bisa. Tetap tidak bisa. Ini bertentangan dengan sumpah saya sebagai presiden. Dan, ini bertentangan dengan UUD 1945. Dan, bila kalian terus mengusahakan pembentukan kerajaan Sriwijaya, saya akan menangkap dan menahan kalian,” ujar SBY.
Meskipun ditentang banyak pihak soal rencana pembentukan kembali kerajaan Sriwijaya, mereka terus saja mendiskusikan bagaimana caranya melahirkan kembali kerajaan Sriwijaya. Mereka berdiskusi di perpustakaan, toko buku, seminar, dan di rumah ibadah. Tetapi, sayangnya, sejumlah warga dari suku Rui, Nang, dan Kun, tidak sabaran. Mereka buru-buru membentuk kota baru, kabupaten baru, atau provinsi baru.
“Ini satu-satunya peluang membebaskan diri dari penderitaan ini. Sebab gerakan ini dijamin hukum dan perundangan-undangan,” kata Waisun Bara, yang berencana membentuk Provinsi Pasemah yang mayoritas penduduknya dari suku Rui dan Nang.
Waisun tetap dengan pendiriannya meskipun dia membaca sebuah naskah yang mengutip pernyataan Damputah Hyang sebelum meninggal dunia dalam usia 251 tahun. “Kalau mereka terus memikirkan cara memisahkan diri, saya percaya gunung Dempo akan meletus, laharnya menimbun seribu dusun, tsunami akan menghantam perkampungan di tepi pantai, gempa bumi meluluhlantakan makam-makam. Sriwijaya tidak mungkin lahir kembali.”
Meskipun banyak anggota Konsorsium Persiapan Kerajaan Sriwijaya yang memilih membentuk kota, kabupaten, dan provinsi baru, perjuangan pembentukan kerajaan Sriwijaya terus dijalankan. Sebagai langkah awal, para aktifis Konsorsium Persiapan Kerajaan Sriwijaya membangun kerajaan Sriwijaya di sebuah rumah tak jauh dari Istana Gubernur Sumatra Selatan di Jalan Demang Lebar Daun Palembang.            
Bila Anda iseng lewat di Jalan Demang Lebar Daun Palembang, coba tutup telinga Anda, maka akan terdengar sebuah sajak milik para raja Sriwijaya yang dibacakan mereka. Sajaknya seperti ini: Dum, dum, dam, dam, dem, dem, dom, dom, dim, dim, dug, dog, dag, deg, dig, dus, dos, das, des, dis, duk, dak, dok, dek, dik, dup, dap, dop, dep, dip, dul, dal, del, dol, dil, duz, daz, doz, dez, diz. [Sebuah sajak yang dibacakan setiap Raja Sriwijaya sebelum menggelar sumpah di Bukit Siguntang. Lalu sajak ini menjadi pemenang dalam sebuah lomba penulisan puisi yang digelar sebuah sanggar seni yang merupakan underbow sebuah partai politik].

jangan lupa tinggalkan comentar ea Gen jika ada yg ingin di copy Faste izin dulu eaa,,, sampai jumpa lagi esok hari.....!

Monday, 27 October 2014

{MENGALAMI MASALAH TULISAN PRINTER YANG KOTOR BURAM JELEK, INI SOLUSI YANG TEPAT}


Kadang masih banyak teman kita yang belum mengert, mengapa setiap kita Printe, terkadang hasilnya ada bercak tinta / bocor, lalu tulisannya putus-putus. nah saya akan membagi ilmu tentang itu secara detail buat saudara ku semua,, langsung saja pada intinya....:


Pertama kita buka my dukumen,

selanjutnya lihat contoh ini:



kemudian klik printer proverti maka akan tampil seperti ini:


setelah itu klik maintance, klik huruf A (head claening) selanjut tampil seperti dibawah ini:


kalau sudah diklik (head claening) akan tampil seperti ini:


tunggu sampai (head claening) selesai, jika berjalan lancar maka hasilnya seperti ini:


kalau sudah selesai maka anda bisa printe dukumen anda kembali, namun jika masih jelek juga hasilnya anda bisa melakukannya berulang-ulang hingga hasilnya kembali bagus dan memuaskan. sekian dulu posting dari saya smoga bermanfaat buat kita semua,, jangan Lupa tinggalin komentar atau jejeaknya biar saya bisa mampir diLing anda ya...?


Saturday, 4 October 2014

AKHLAQ DAN ADAB


AKHLAQ DAN ADAB
Akhlak
Akhlak mulia
Ihsan
Menyampaikan amanat
Etika terhadap Allah
Etika terhadap Nabi
Memanggil Nabi dengan namanya
Meninggikan suara melebihi suara Nabi
Etika berbicara dengan Nabi
Memohon diri kepada Nabi saat meninggalkan majlisnya
Pembicaraan khusus dengan Nabi
Istiqamah (teguh pendirian)
Mendamaikan perselisihan antar manusia
Keutamaan mendamaikan perselisihan antar manusia
Mendamaikan antara suami dan isteri
Inabah (taubat)
Infaq
Anjuran untuk berinfaq
Infaq, pelindung dari api neraka
Ancaman bagi yang tidak meninfaqkan hartanya
Melindungi janda-janda dan orang miskin
Mendahulukan kepentingan orang lain
Menyempurnakan takaran dan timbangan
Berbuat baik
Hakikat kebaikan
Keutamaan perbuatan baik
Keutamaan silaturahmi
Berbuat baik merupakan sebaik-baik amalan
Berbakti kepada kedua orang tua
Durhaka kepada kedua orang tua termasuk dosa besar
Yang patut dijadikan teman
Hubungan orang kafir dengan orang tuanya yang muslim
Silaturahmi
Dosa orang yang memutuskan hubungan silaturahmi
Sedekah kepada keluarga
Hubungan dengan saudara yang musyrik
Larangan membunuh anak karena takut miskin
Rendah diri dan khusyuk
Tolong menolong
Berserah diri
Takwa
Keutamaan takwa
Sifat-sifat orang yang bertakwa
Menyeru pada ketakwaan
Jalan takwa
Pahala takwa
Mengagungkan syi'ar Allah tanda ketakwaan hati
Tawadhu (rendah diri)
Taubat
Keutamaan taubat
Perintah bertaubat
Waktu diterimanya taubat
Cara bertaubat
Tidak putus asa untuk mendapatkan ampunan
Penyesalan adalah taubat
Penyesalan yang tiada berarti
Orang yang diterima dan yang tidak diterima taubatnya
Taubat orang yang berzina
Taubat pencuri
Taubat pembunuh
Taubat orang yang menuduh zina
Taubat orang kafir
Taubat orang murtad
Taubat orang munafik
Tawakkal
Berpendirian
Cinta karena Allah
Kewajiban mencintai Allah dan RasulNya
Tanda cinta karena Allah
Suka berbuat baik kepada orang bagian dari iman
Keutamaan bersaudara karena Allah
Cinta Ilahi bagi orang yang bersaudara karena Allah
Hubungan timbal balik dengan saudara
Menjaga rahasia
Hikmah
Sabar
Malu
Malu bagian dari kebenaran
Takut kepada Allah
Berharap (raja')
Kasih sayang (rahmat)
Keutamaan dan perintah berkasih sayang
Rahmat Allah mendahului kemurkaanNya
Putus asa dari rahmat Allah
Rahmat di antara orang-orang beriman
Ridha
Lemah lembut
Zuhud
Tentang dunia
Dunia penjara orang mukmin dan surga orang kafir
Kerendahan dunia
Singkatnya umur dunia
Dunia merupakan tempat ujian
Cela dunia
Hakikat zuhud di dunia
Keutamaan zuhud dan pendek harapan
Perhatian terhadap dunia
Ketenangan
Lapang dada
Mengadu kepada Allah
Bersyukur
Bersyukur atas nikmat Allah
Sabar
Kesabaran Allah atas kejahatan orang kafir
Para nabi adalah orang yang paling berat menerima ujian
Perintah bersabar
Ganjaran sabar
Kapan kita harus bersabar
Sabar menghadapi penyakit
Sabar dalam menghadapi sesuatu yang kita benci
Sabar saat berperang
Jujur
Keutamaan berhati-hati dalam berbuat jujur
Mematuhi pemimpin
Kewajiban mematuhi pemimpin
Mendengar dan patuh pada selain maksiat
Mengikuti pemimpin dalam jihad
Adil
Menjaga kehormatan diri
Memaafkan orang yang bersalah
Kepuasan
Memuliakan, menerima dan menyaji tamu
Bersandar kepada Allah
Pujian
Pujian Allah terhadap diriNya
Pujian manusia terhadap dirinya
Siaga
Waspada
Cinta
Nasihat
Keyakinan
Akhlak-akhlak buruk
Menuruti hawa nafsu
Mengikuti prasangka
Berbaur dengan orang-orang bodoh
Orang yang paling jelek di sisi Allah
Beretika buruk terhadap Allah
Sombong dan berbangga-bangga
Celaan berbangga-bangga
Celaan kesombongan
Balasan orang yang sombong
Bangga dengan banyak anak
Bangga dengan banyak harta
Takabbur
Menipu
Berlebih-lebihan
Menyebarkan Kejelekan
Permusuhan
Makan riba
Istinkaf (sombong)
Membuat kerusakan
Kikir dan bakhil
Mengungkit-ungkit kebaikan dan menyakiti orang lain
Bathr (Tidak menerima kebenaran,tidak mensyukuri nikmat)
Benci
Zalim dan melampaui batas
Buhtan (bohong, pura-pura)
Tabzir (foya-foya)
Memata-matai
Berangan-angan
Memanggil dengan nama (julukan) yang jelek
Pasrah (tanpa usaha)
Pengecut
Dengki
Ain (dengki) suatu realita
Menjauhi dengki dan kezaliman
Mengucapkan Masyaa' Allah Laa Quwata Illa Billah
Kotoran atau kejahatan
Berkhianat
Bermuka dua
Riya
Mencaci
Larangan mengutuk dan mencaci
Mengutuk orang kafir dan mencacinya
Mengejek, mengolok-olok
Buruk sangka
Ragu-ragu
Menghalang-halangi kebenaran
Kezaliman
Balasan kezaliman
Kemenangan atas orang zalim
Maafnya orang yang teraniaya
Kezaliman adalah kegelapan pada hari kiamat
Balasan terhadap kezaliman
Ghadar (khianat)
Curang
Marah
Marah karena Allah
Mengumpat, membicarakan orang lain
Menjauhkan diri dari mengumpat
Balasan orang-orang yang mengumpat
Mengumpat orang yang zalim
Membunuh
Menuduh berbuat zina
Dusta
Dusta itu tercela
Balasan dusta
Perintah menjauhi prasangka buruk
Kufur nikmat
Pembicaraan yang tidak berarti
Homosexual
Makar (khianat)
Bisik-bisik yang tercela
Melanggar janji
Mengadu domba
Hamz dan lamz (berbisik, mencibir sambil menghina)
Etika dan hak-hak umum
Etika berbicara
Berbicaralah yang baik atau diam
Keutamaan perkataan baik
Perkataan baik dan perkataan buruk
Berkata benar
Sebaik-baik perkataan
Larangan berbuat keji
Merendahkan suara saat berbicara
Menundukkan kepala bagi wanita saat berbicara
Gubahan syair
Syair yang dibolehkan
Syair yang dilarang
Etika berkumpul
Yang didapat dari perkumpulan baik dan perkumpulan jelek
Memilih kawan berkumpul
Menghormati dan meluaskan tempat kepada orang saat berkumpul
Berbisik-bisik dalam tempat perkumpulan
Etika keluar dari tempat perkumpulan
Etika berjalan
Angkuh ketika berjalan
Rendah diri ketika berjalan
Memberi salam
Cara memberi salam
Lafaz salam dan penghormatan
Ucapan salam ahli kitab
Ucapan salam malaikat
Menjawab salam
Cara menjawab salam
Meminta izin
Etika meminta izin
Lafaz dan cara meminta izin
Meminta izin untuk menghindari pandangan (yang dilarang)
Meminta izin di hotel dan tempat-tempat umum
Meminta izin ketika akan keluar
Hak tamu
Menghormati dan melayani tamu
Membuat makanan dan berkerja keras untuk melayani tamu
Hak jalanan
Menundukkan pandangan
Hak tetangga
Menghormati tetangga
Hak-hak tetangga terdekat
Memperlakukan binatang
Perumpamaan dengan binatang
Kalung binatang
Hubungan dengan hamba sahaya
Makan dan minum hamba sahaya
Pakaian hamba sahaya
Memerintah hamba sahaya sesuai kemampuannya
Memperlakukan hamba dengan baik